Rabu, 30 Mei 2012

Buat Bapak Guru Dan Ibu Guru

Buat Bapak Guru Dan Ibu Guru

 

Bapak dan ibu guru yang saya hormati
saya ingin sedikit menyampaikan uneg-uneg saya
meski hanya dengan tulisan yang tak seheboh uneg-uneg uya kuya
bapak dan ibu guru
kenapa sih biaya pendidikan saat ini mahal
ya, memang hanya selembar Ir.soekarno
memang fasilitas siswa harus dipenuhi agar tidak ketinggalan
tapi bagi saya yang notabene hanya pedagang keliling tanpa penghasilan tetap,
hal tersebut memberatkan.
membayar biaya sekolah tentu kwajiban orang tua agar anaknya tidak menjadi bodoh.
mbok ya,,, jangan di gedein iuran bulanannya saja tetapi juga kwalitas SDM siswanya,
buat apa sekolah mahal kalo ujung-ujungnya hanya cari kerja,
apa nggak lebih baik kalo siswa lulus kemudian berwirausaha,
jadinya kan nggak ngrepotin pemerintah untuk membuat peluang2 kerja,
dan nggak ngrepotin pabrik  buat bongkar pasang karyawan,,,,
bapak ibu guru,,,
tolong siswa itu diberi katrampilan yang kiranya mampu untuk bekal mandiri,,
pinter buat kue,,
pinter buat kerajinan,,
sukur-sukur punya skil yang matang buat bisa berkarya
untungnya juga kan bapak ibu guru sendiri.,
ini lho,,, murid bapak itu,,,
ini lho,,, murid ibu itu.,,
lulus sekolah bisa mandiri,,, tak sibuk oyong-oyongan nglamar kerja sana sini,,,
bapak ibu guru,,,
ini sedikit uneg-uneg saya,
saya hanya sepercik suporter yang duduk di tribun paling atas,
berteriak hanya tinggal serak,
ini sedikit uneg-uneg saya yang hanya mampu saya lahirkan lewat tulisan,
terima kasih,.;,

Minggu, 27 Mei 2012

KU POTRET


KU POTRET
Ku potret wajahmu penuh cinta

Dalam birunya indah cinta

Yang kini hadir selalu didadaku

Mencipta gelora asmara yang biru
Kasihku kini ku sedang merindu

Hatiku ingin segera bertemu

Kasih kini ku semakin cinta kamu

Dalam nyata cinta yang semakin
menggebu
Dalam damaiku cinta kamu
kutunggu

Dalam penantian ku nanti dirimu

Dalam deras aliran asmara
cintamu tera

Dalam nurani cinta cipta bahagia

Ini Surat Untukmu


 ini surat untukmu

 malam ini aku termenung
dibulan sabit awal
termangu melihat merasa menghayal
parasmu
 lihatlah kelip bintang
yang palin terang
memanja di ujung angkasa
menari membuat iri
seperti itu kulukiskan matamu
 dan juga barisan mendung
beriring gontai
membuat tiap pasang melirik
dada berdegup
seperti itu rasa berjalan denganmu
 sehangat sapa mentari
begitu sangat melekat
hingga tak rela kulepas
seperti itulah saat kudekap dirimu
 sayang,,,
mengertilah ini kesengajaan
bait hanya untukmu

Tua Renta


Tua renta

Tua renta
Nggragas harta
Ngincar tahta
Doyan wanita
Mabuk cinta
Buta mata
Usia senja
Makin manja
Melebihi remaja
Makin sengaja
Tubuh manula
Nafsu tarantula
Akal berhala
Katanya "enak, gila!"