Pemimpi dan Penyair
oleh Farihah Ulin
Semua memang akan berlalu
sedikit demi sedikit akan menjadi bagian masa lalu
entah senang atau pilu
bagiku rasanya sama...
seperti tebasan sembilu
Laguku tak lagi satu
nada-nadanya rapuh
suatu saat akan jatuh
tak ada lagi rasa sakit yang bisa sembuh
Kini tubuh ini hanya bisa bersimpuh
mengharap kemurahan dari Sang Maha Pengampun
sadari lewat hati..
ini hidup yang tidak bisa dimiliki
segalanya berjalan sesuai rencana Illahi...
Boleh jadi hanya mimpi
berpijak tanpa perih di bumi
Pemimpi akan tetap menjadi pemimpi
mengejar hal yang tak pasti
tak pernah tercapai dan selalu sakit hati...
Sedangkan Penyair adalah puisi
berkata dalam kebisuan
mewujudkan mimpi dalam tulisan
meski tak pernah hadir dalam kenyataan
baginya adalah kebahagiaan...
karena apapun yang tidak terkabulkan
akan bisa dirasakan lewat tulisan berlatar Tuhan....
*FUN*
sedikit demi sedikit akan menjadi bagian masa lalu
entah senang atau pilu
bagiku rasanya sama...
seperti tebasan sembilu
Laguku tak lagi satu
nada-nadanya rapuh
suatu saat akan jatuh
tak ada lagi rasa sakit yang bisa sembuh
Kini tubuh ini hanya bisa bersimpuh
mengharap kemurahan dari Sang Maha Pengampun
sadari lewat hati..
ini hidup yang tidak bisa dimiliki
segalanya berjalan sesuai rencana Illahi...
Boleh jadi hanya mimpi
berpijak tanpa perih di bumi
Pemimpi akan tetap menjadi pemimpi
mengejar hal yang tak pasti
tak pernah tercapai dan selalu sakit hati...
Sedangkan Penyair adalah puisi
berkata dalam kebisuan
mewujudkan mimpi dalam tulisan
meski tak pernah hadir dalam kenyataan
baginya adalah kebahagiaan...
karena apapun yang tidak terkabulkan
akan bisa dirasakan lewat tulisan berlatar Tuhan....
*FUN*
asslmkm.. Ada sebait yang bagus. Boleh dikopi sebait. Buat tugas kuliah.. :D
BalasHapus